SIMULASI STATIC ROUTING DENGAN PACKET TRACKER 5

DASAR TEORI
Untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih diperlukan sebuah router,

Konsepnya, pengirim paket akan menguji tujuan dari paket apakah tujuan IP berada pada jaringa local atau tidak. Jika tidak, pengirim paket akan meminta bantuan router yang terhubung dengannya dan paket diberikan kerouter untuk diteruskan. Router yang diberi paket pada prinsipnya juga bekerja seperti pengirim paket tadi. Setiap router mengulangi cara yang sama sampai paket berada pada router yang mempunyai koneksi local dengan penerima.
Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah yang mengatur mekanisme pengiriman, selain itu router juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan diberikan ilustrasi sederhana dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

DEFAULT GATEWAY
Router adalah computer general propose (untuk tujuan yang lebih luas) denga dua atau lebih interface jaringan (NIC Card) didalmnya yang berfungsi hubungan 2 jaringan atau lebih, sehingga dia bisa meneruskan paket dari jaringan ke jaringan yang lain. Untuk jaringan kecil, interface-nya adalah NIC Card, sehingga router mempunyai 2 NIC atau lebih yang bisa menghubungkan dengan jaringan lain. Untuk LAN kecil yang terhubung internet, salah satu interface adalah NIC Card dan interface yang lain adalah sembarang hardware jaringan misalnya modem untuk leased line atau ISDN atau koneksi internet ASDL yang digunakan. Router bisa dibuat dari computer yang difungsikan sebagai router, jadi tidak harus hardware khusus misalnya cisco router. Default Gateway dari satu jaringan merupakan sebuah router yang digunakan untuk meneruskan paket-paket dari jaringan tersebut ke jaringan yang lainnya. Biasanya LAN di konfigurasi hanya mengetahui LAN miliknya dan default gateway-nya. Jika dalam suatu LAN tidak ada default gateway-nya maka LAN tersebut tidak bisa terkoneksi dengan jaringan lainnya.
Jadi supaya dapat melakukan routing maka setting / konfigurasi jaringan perlu ditambakan satu lagi yaitu default gateway. Sekarang ada tiga parameter yang penting pada setting/konfigurasi jaringan yaitu:
1. IP Adress
2. Netmask
3. Default geteway

TABEL ROUTIG
Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data,maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan yang mana? Table yang dipunyai oleh router disebut sebagai table routing yang berisi NetID dan default getewaynya.

Gambar contoh desain jaringan dengan dua subnet

Berdasarkan gambar diatas adalah scenario pengiriman data dari computer 192.168.1.5 ke Komputer 192.168.2.36:
1. Computer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan local, maka computer mecari daftar “default geteway” pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13. Pada data kemudian di kirim ke gateway tersebut.
2. Pada computer 192.169.1.13 paket data tersebut kembali di periksa dan ditemukan pada table routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan.192.168.2 lewat IP 192.168.2.3.43
3. Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat di transmisikan ke tujuan yaitu 192.168.2.36
Routeryang mempunyai tabel routing yang di kelolah secara manual disebut sebagai static routing. Table tersebut berisi daftar jaringan yang dapat dicapai oleh router tersebut.
Static routing dapat mempelajari jaringan yang berada di sekelilingnya secara terbatas (bila hanya 2 jaringan), tapi bila terdapat banyak jaringan maka administrator harus mengolah tabel routing tersebut secar cermat.
Dynamic Routing adalah fungsi dari routing Protocol yang berkomunikasi dengan router yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada. Dengan demikian administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path), jika terjadi perubahan jalur transmisi (path) dynamic routing umumnya digunakan untuk jaringan computer yang besar dan lebih kompleks.
Perangkat router dapat menggunakan hardware khusus seperti Cisco atau menggunakan computer yang diberi interface jaringan lebih dari 1 sesuai dengan banyaknya segmentasi jaringan .
Segmentasi jaringan yang berbeda bisa dihubungkan dengan menambahkan table routing, perintah-perintah yang berhubungan dengan table routing sbb :
download di sini dengan project

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s